12 Istilah Marketing yang Kamu Harus Tahu!

Otego Media

Marketing Strategist

Paramita Jayanthi

21 September 2022

Pernahkah kamu mendengar istilah marketing ‘SEO’ atau ‘landing page’? Mungkin kamu pernah mendengar istilah marketing tersebut dari berbagai artikel, Instagram post, dan lain-lain.

Namun sebenarnya apa itu istilah marketing dan ada berapa banyak jumlahnya?

Istilah Marketing

Marketing merupakan sebuah aktivitas untuk mempersuasif para calon konsumen. Saat ini, telah ada berbagai cabang strategi marketing. Mulai dari marketing konvensional sampai marketing digital.

Biasanya, tim marketing merupakan tim yang paling ramai jumlahnya dalam sebuah perusahaan. Nah, pastinya terdapat banyak istilah khusus yang lazim disebut oleh tim marketing ini.

Istilah marketing merupakan sekumpulan kata yang akrab dengan pekerjaan tim marketing, biasanya kata-kata ini merupakan hal atau konsep yang merujuk pada bagian-bagian dari proses pemasaran itu sendiri.

Lalu Berapa Jumlah Istilah Marketing?

Sebetulnya berapa persis jumlah istilah marketing tidak diketahui karena amat banyak. Apalagi dengan terus berkembangnya dunia marketing, banyak istilah marketing baru yang muncul karenanya.

Namun, dalam artikel ini akan dibahas beberapa istilah umum yang setiap tim marketing ketahui, dan juga istilah yang lebih khusus yang lebih banyak dipakai oleh tim marketing digital.

Berikut kumpulan istilah marketing yang kamu harus tahu:

12 Istilah Marketing

1. B2B (Business to Business)

Istilah marketing yang satu ini mengacu pada cara penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Umumnya, perusahaan memiliki cara penjualan B2B dan B2C.

B2B merupakan singkatan dari ‘Business to Business’, artinya, perusahaan/bisnis tersebut menjual produknya kepada perusahaan/bisnis lain. Misalnya, perusahaan makanan ringan menjual produknya kepada perusahaan supermarket.

2. B2C (Business to Customer)

B2C merupakan salah satu cara penjualan, ia adalah saudara dari B2B. B2C merupakan singkatan dari ‘Business to Customer’. Artinya, perusahaan/bisnis  langsung menjual produknya kepada customer.

Saat ini, dengan adanya e-commerce, banyak perusahaan yang menjual produknya langsung kepada konsumen lewat e-commerce.

Nah, suatu perusahaan/bisnis bisa saja menjual produknya secara B2B saja, B2C saja, atau keduanya.

3. Branding

Branding adalah sebuah cara untuk mengkomunikasikan brand dengan konsumennya. Bukan hanya melalui pesan yang ada dalam suatu konten, tapi konten tersebut juga harus merepresentasikan brand secara keseluruhan.

Branding memiliki tujuan untuk membangun citra yang baik sehingga dapat menumbuhkan keyakinan dari calon konsumen. Selain itu branding membuat brand Anda mudah dibedakan dari kompetitor Anda.

4. Brand Awareness

Brand awareness merupakan istilah marketing yang merujuk pada tingkat kesadaran orang-orang terhadap brand Anda. Singkatnya, seberapa terkenal brand Anda?  Itulah yang disebut dengan brand awareness.

5. Buyer Persona

Sebetulnya, buyer persona merupakan suatu hal yang bersifat semi-fiksi. Buyer persona adalah representasi dari pelanggan yang menurut bisnis Anda ideal. Buyer persona berisikan siapa pembeli yang kira-kira ideal menurut Anda, masalah yang mereka hadapi sehingga brand Anda dapat menjadi solusinya, hobi dan ketertarikan mereka, dll. Bisa dibilang bahwa buyer persona merupakan deskripsi mendetail mengenai target audiens Anda.

6. Brand Identity

Seperti artinya, brand identity merupakan identitas dari sebuah brand. Identitas ini dapat ditentukan melalui berbagai hal seperti logo, penggunaan warna yang khas, penggunaan font, cara menyapa audiens, pembawaan, dan lain-lain. Identitas brand Anda harus sejalan dengan kepribadian brand Anda.

Misal, apabila kepribadian brand Anda serius, maka kata-kata yang Anda gunakan untuk berinteraksi dengan audiens ataupun pihak lain diluar brand juga haruslah formal dan serius.

7. Brand Activation

Brand activation adalah berbagai acara yang dilakukan oleh brand dengan tujuan untuk menyebarkan brand awareness. Brand activation dapat berupa pameran, booth, lomba-lomba, dan lain-lain.

8. Engagement

Engagement adalah tingkat interaksi yang terjadi, biasanya pada sosial media brand Anda, dengan audiens (followers). Engagement sebuah sosial media biasanya diukur dari percakapan di antara pengguna, share atau penyebar-luasan post Anda, dan juga respon yang diberikan pada post Anda seperti like, love, emoji, sampai klik.

9. Conversion

Conversion pada dasarnya adalah istilah pada digital marketing yang merujuk pada momen ketika audiens melakukan tindakan yang diharapkan oleh sang penyebar pesan. Singkatnya, conversion merupakan keberhasilan membuat seseorang merespons call to action. Conversion tak melulu soal mengubah audiens menjadi pembeli. Apabila Anda berhasil membuat orang membuka email yang Anda sebarkan, itu juga akan dihitung sebagai conversion. Contoh lain dari conversion adalah berhasil membuat pengunjung sosial media Anda menjadi pelanggan (subscriber, followers) sosial media Anda.

10. SEO (Search Engine Optimization)

SEO adalah sebuah istilah marketing dalam digital marketing. SEO adalah suatu teknik yang dipakai untuk mengoptimisasikan mesin pencari. Apabila Anda mengaplikasikan teknik SEO dengan baik dan benar, maka websiteAnda dapat muncul pada halaman pertama Google Search bila Anda mencari kata kunci yang relevan.

Teknik SEO sendiri memiliki beragam strategi yang cukup rumit, tapi pada dasarnya, teknik ini mengoptimalkan penggunaan kata kunci tertentu (yang relevan dengan brand Anda) agar mesin pencari dapat mendeteksi websiteAnda sebagai hal yang relevan dan informatif terhadap kata kunci tersebut. Sehingga, website Anda terpampang pada halaman pertama pencarian.

11. SEM (Search Engine Marketing)

SEM sebetulnya hampir mirip dengan SEO, namun mereka tetaplah 2 hal yang berbeda. Perbedaannya terletak pada cara yang digunakan. Tujuan SEO dan SEM tetap sama, yaitu menarik pengunjung website dengan cara menempatkan website pada halaman pertama mesin pencari. Namun, SEO sendiri menggunakan teknik organik dalam usahanya. Sedangkan SEM menggunakan teknik berbayar. Anda dapat membedakan website yang menggunakan SEO atau SEM dari tulisan ‘ad’ atau ‘iklan’ disebelah kiri judul website apabila Anda mencari kata kunci tertentu.

12. CTA (Call to Action)

Pernahkah Anda mendengar tentang istilah ‘kata perintah’?

Nah, CTA kurang lebih merupakan kata perintah dari sebuah brand untuk audiensnya. CTA adalah istilah dalam dunia marketing yang digunakan untuk menggambarkan langkah yang marketer harapkan akan diambil oleh pelanggannya. 

CTA biasanya berupa tombol  yang diwakili oleh gambar, tulisan, atau ucapan yang mendorong pelanggan dan pengunjung website untuk melakukan action.

Sebetulnya, Selain 12 istilah di atas, tim marketing memiliki amat banyak istilah marketing lainnya.

Sebagai media media OOH (iklan luar ruang), Otego selalu berkomitmen untuk terus membantu para client brand menciptakan konsep kreatif, sebuah cara beriklan yang luar biasa, tak membosankan  yang dapat meningkatkan brand awareness dan juga meningkatkan nilai dari sebuah brand.

Otego dapat membantumu memasang iklan di MRT Jakarta dengan banyak pilihan lokasi maupun strategi beriklan. Otego dapat membantumu menjangkau lebih dari 9.000.000 audiens (riset menurut laporan tahunan MRT Jakarta tahun 2020) dengan tingkat brand recall dari audiens setinggi 90% (riset audiens Otego, 2019).

Otego media adalah media iklan luar ruang OOH yang menyediakan semua aspek layanan periklanan di area operasi MRT Jakarta, baik di stasiun maupun di kereta. Untuk keperluan kerja sama, hubungi kami di hello@otegomedia.com