marketing plan

8 Langkah Marketing Plan Yang Wajib Dilakukan!

Otego Media

Marketing Strategist

Paramita Jayanthi

16 September 2022

Marketing merupakan aktivitas untuk mengenalkan produk pada target audiens dan mempersuasifnya untuk membeli produk yang Anda tawarkan. Dalam kegiatan marketing, seorang marketer harus bisa mengubah pemikiran orang dari sekadar tertarik terhadap produk hingga merasa butuh dan akhirnya membeli produk tersebut.

Aktivitas marketing wajib dikuasai bagi siapapun yang ingin berjualan, baik dalam skala kecil maupun besar. Namun, aktivitas marketing perlu direncanakan dengan matang agar berjalan dengan lancar dan mencapai target.

Simak pembahasan mengenai marketing plan berikut!

Apa Itu Marketing Plan?

Marketing plan merupakan serangkaian hal-hal yang perlu dilakukan baik secara berurutan maupun berbarengan untuk mengarahkan kegiatan marketing Anda. Apabila marketing plan dari suatu brand kurang matang, maka kegiatan penjualan barang juga akan terhambat.

Maka dari itu, amat penting untuk membuat marketing plan yang jelas dan mendetail, sesuai dengan tujuan, dan terutama relevan dengan brand personality Anda.

Cara Membuat Marketing Plan

1. Tetapkan Jenis Produk

Langkah pertama dalam membuat marketing plan adalah, Anda harus menentukan produk apa yang akan Anda jual. Ada banyak jenis produk mulai dari makanan dan minuman, make-up, skincare, barang-barang pertukangan, otomotif, konveksi, dan lain-lain. Anda bisa mempertimbangkan hal-hal berikut dalam menentukan jenis produk yang akan Anda jual.

– Apakah Anda akan menjual produk berupa barang atau jasa?

– Apakah Anda lebih suka menjual barang/jasa dengan target pasar spesifik seperti beras untuk orang penderita diabetes, ataukah lebih baik menjual barang general seperti baju?

– Apakah Anda lebih suka menjadi reseller, dropshipper, atau memproduksi barangnya sendiri?

Setiap jenis produk memiliki kelebihannya masing-masing, maka pilihlah yang sesuai dengan diri Anda dan juga menguntungkan dalam jangka panjang. Tentukan juga USP (Unique Selling Point) atau hal yang membuat produk Anda mrnonjol dibanding kompetitor Anda.

2. Lakukan Market Research

Market research tidak perlu dilakukan secara besar-besaran dan rumit. Anda bisa memulainya dengan membandingkan competitor Anda, produk macam apa yang mereka jual, siapa kira-kira target pasar mereka, apa yang membuat produk mereka laku, dan apa elemen/hal yang tidak ada atau kurang pada brand atau produk mereka. Hal ini juga dapat membantu Anda menemukan USP (Unique Selling Point) untuk produk Anda.

3. Tentukan Lokasi Penjualan

Selain menentukan produk dan mengetahui kompetitor, Anda juga harus menentukan lokasi dimana Anda akan berjualan. Apakah Anda akan memiliki toko fisik? Jika ya, dimana tempat yang strategis untuk memulai bisnis Anda? Perlu diingat toko fisik memang dapat menumbuhkan kepercayaan orang-orang, namun juga modal yang dikeluarkan untuk membuatnya tidak sedikit.

Apabila Anda merasa toko fisik tidak relevan dengan keadaan ataupun produk Anda saat ini, Anda dapat mulai berbisnis secara online memanfaatkan ragam e-commerce.

4. Manfaatkan Sosial Media Untuk Promosi

Saat ini memiliki sosial media sudah seperti keharusan bagi setiap bisnis. Sosial media dapat membantu Anda memperkenalkan merk Anda pada orang-orang. Anda juga dapat membagikan foto produk, deskripsi produk, harga, dan menghubungkannya pada alamat, e-commerce, dan nomor telepon bisnis Anda untuk mempermudah orang-orang membeli produk Anda.

5. Beriklan Wajib Ada dalam Marketing Plan

Untuk memperkenalkan produk Anda lebih luas, Anda dapat membuat iklan untuk bisnis Anda. Terdapat banyak jenis iklan dengan masing-masing kelebihannya yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti iklan digital (FB/IG ads, Google Ads, dll), iklan luar ruang (OOH advertising), dan lain-lain.

6. Tentukan Goals Marketing Plan Anda!

Tentukan tujuan/goals bisnis Anda dalam kurun waktu tertentu. Goals tidak perlu terlalu muluk, sesuaikanlah goals Anda dengan keadaan bisnis Anda sendiri. Goals dapat berupa tingkat penjualan, ataupun tingkat awareness orang-orang terhadap brand Anda. Tingkat awareness dapat diukur melalui iklan ataupun analitik social media brand Anda. Memiliki goals yang tepat dan realistis dapat memacu perkembangan bisnis Anda lebih cepat.

7. Pertahankan Hubungan dengan Pelanggan

Setelah melakukan langkah-langkah marketing plan di atas, jangan lupa untuk mempertahankan hubungan baik dengan para pembeli Anda. Dalam industri digital marketing, hal ini disebut dengan CRM (Customer Relationship Management). Anda dapat memberikan notif, atau pemberitahuan tentang diskon pada pembeli Anda, harapannya adalah apabila para pembeli puas dengan produk dan layanan Anda, mereka akan Kembali membeli produk Anda hingga akhirnya menjadi pelanggan setia.

8. Buat Evaluasi Setiap Beberapa Bulan Sekali

Langkah terakhir yang Anda harus lakukan dalam marketing plan adalah mengevaluasi perkembangan bisnis Anda. Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana keadaan bisnis Anda yang sesungguhnya, dan akhirnya dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi marketing Anda selanjutnya.

Sebagai media media OOH (iklan luar ruang), Otego selalu berkomitmen untuk terus membantu para client brand menciptakan konsep kreatif, sebuah cara beriklan yang luar biasa, tak membosankan  yang dapat meningkatkan brand awareness dan juga meningkatkan nilai dari sebuah brand.

Otego dapat membantumu memasang iklan di MRT Jakarta dengan banyak pilihan lokasi maupun strategi beriklan. Otego dapat membantumu menjangkau lebih dari 9.000.000 audiens (riset menurut laporan tahunan MRT Jakarta tahun 2020) dengan tingkat brand recall dari audiens setinggi 90% (riset audiens Otego, 2019).

Otego media adalah media iklan luar ruang OOH yang menyediakan semua aspek layanan periklanan di area operasi MRT Jakarta, baik di stasiun maupun di kereta. Untuk keperluan kerja sama, hubungi kami di hello@otegomedia.com